Selasa, 08 Desember 2009

Menjelajah Masjid Bersejarah di Madinah


WAKTU hampir menunjukkan pukul 01.00 ketika saya menjejakkan kaki di Madinah untuk memulai rangkaian ibadah umrah. Masjid Nabawi yang diterangi ratusan lampu pada dini hari itu membuat hati tidak sabar untuk segera masuk dan melaksanakan salat di dalamnya.

Seperti halnya Masjidil Haram di Tanah Suci Mekah, Masjid Nabawi yang memiliki kedudukan, kemuliaan, dan keutamaan tidak terhitung itu, membuat jemaah haji dan umrah selalu ingin berlama-lama beribadah di dalamnya. Oleh karena itu, selama berada di Madinah, umat selalu memperbanyak ibadah di masjid ini.

Di dalam bagian bangunan masjid terdapat makam Nabi Muhammad SAW. Dahulu, sebetulnya makam itu berada di luar, tetapi karena bangunan masjid terus diperluas agar daya tampungnya bertambah hingga ratusan ribu jemaah, kini posisi makam menjadi berada pada bagian bangunan Masjid Nabawi.

Namun, selama berada di Madinah, sebaiknya juga jangan melewatkan untuk berkunjung ke sejumlah masjid maupun tempat bersejarah lainnya. Di antaranya Masjid Quba, Al Qiblatain, Al Jumu'ah, Sa'bah, Al Fath, Al Ijabah, Masjid Miqat, dan beberapa masjid lainnya.

Untuk menjangkau masjid-masjid tersebut tidak terlalu sulit karena letaknya tidak terlalu jauh dari pusat Kota Madinah dan antara satu masjid dengan masjid lainnya relatif dekat.

Seluruh masjid dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat dalam waktu beberapa jam.

Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun Nabi Muhammad di Madinah ketika hijrah. Masjid yang terletak sekitar 5 kilometer dari Masjid Nabawi itu pula yang digunakannya pertama kali bersama sahabat-sahabatnya untuk salat berjamaah secara terang-terangan.

Sementara itu, Masjid Qiblatain adalah masjid yang pernah digunakan untuk satu salat dengan dua kiblat. Sebagian jemaah salat menghadap Baitul Makdis dan yang lainnya menghadap Masjidil Haram. Sampai kemudian seorang sahabat Rasulullah yang baru tiba di masjid itu memberitahukan ia baru saja salat bersama Rasulullah yang telah memperoleh wahyu dengan kiblat menghadap Kabah, di Masjidil Haram. Masjid Qiblatain yang dindingnya bercat putih itu terletak sekitar 3 kilometer dari Masjid Quba.

Sementara itu, Masjid Al Jumu'ah adalah masjid yang pertama kali digunakan Nabi Muhammad untuk salat Jumat ketika tiba dari Quba menuju Madinah. Sementara itu, Masjid Sa'bah, biasa juga disebut dengan Masjid Tujuh karena di lokasi itu semula terdapat tujuh masjid.

Menurut pembimbing ibadah dari penyelenggara umrah dan haji khusus Oranye Tours & Travel Zain Hasan Baharun, semasa perang handakh, bangunan tersebut merupakan posko pertahanan. Namun, setelah perang usai, para sahabat Nabi menjadikan ketujuh bangunan sebagai masjid dengan nama berbeda sesuai dengan nama mereka.

Namun, bila kini kita ke sana, yang ada tinggal satu masjid karena masjid-masjid itu oleh pemerintah Arab Saudi telah digabungkan. Di sekitarnya masih terlihat ada sisa dua bangunan lama. Berkeliling mengunjungi masjid-masjid bersejarah di Madinah dan salat di dalamnya tidak akan pernah membuat lelah, sampai tidak terasa hari semakin siang dan harus kembali ke Masjid Nabawi.(Pbu/Ol-5)

Sumber :
Patna Budi Utama
http://www.mediaindonesia.com/mediatravelista/index.php/read/2009/11/07/66/2/Menjelajah-Masjid-Bersejarah-di-Madinah
7 November 2009

Sumber Gambar:
http://www.planetaislam.com/media/tapety/madinah.jpg

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar